Notification

×

Iklan

Iklan

HERMAN DG. NAJA: MEMINTA KEPADA PIHAK APARAT AGAR BERANTAS PREMAN PEMALAK DI LOSARI SEBELUM ADA KORBAN — SAYA SIAP MATI DEMI KEADILAN!

Selasa, 01 September 2026 | September 01, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-01T15:38:07Z


Seputar
Indonesia.my.id
-- MAKASSAR, 1 September 2026 — Herman Dg. Naja, warga asli Galesong yang juga anggota ormas Elang Timur, melontarkan pernyataan tegas dan berapi-api terkait maraknya dugaan praktik pemalakan dan pungutan liar yang diduga dilakukan sekelompok preman di kawasan Pantai Losari, Kota Makassar. Ia secara terbuka meminta pihak Kepolisian dan TNI segera bertindak tegas menindak kelompok tersebut sebelum jatuh korban jiwa.

 

Pernyataan Tegas Herman Dg. Naja

 "Saya atas nama pribadi dan demi keamanan teman-teman di kawasan Losari, meminta pihak Kepolisian serta TNI untuk segera memberantas preman yang memalak penyelenggara acara dan memalak juru parkir (jukir) di kawasan Losari," ujar Herman dengan nada meninggi.

 

Ia mengaku tidak pernah gentar menghadapi premanisme. "Saya asli Galesong, tidak pernah takut dan tidak pernah lari ketika ada premanisme yang mencoba memalak saya. Saya siap menjalani hukuman, baik itu membunuh maupun dibunuh, asal demi keadilan dan agar teman-teman warga serta pelaku usaha aman dari pemalakan di Losari," tegasnya.

Seruan Kepada Para Preman dan Pihak Berwenang

Herman menyampaikan pesan yang menohok kepada para pelaku pemalakan:

 

"Saya sarankan kepada para preman yang suka memalak, berhentilah mencari uang dengan cara yang haram. Lebih baik mencari rezeki yang halal, meskipun sedikit namun berkah."

 

Ia pun meminta pihak berwenang tidak menutup mata:

 

"Kepada pihak kepolisian, tolong tangkap dan tindaki para preman pemalak itu sebelum ada korban jiwa yang berjatuhan. Jangan biarkan kawasan ikonik kota Makassar ini menjadi sarang pungutan liar yang meresahkan warga maupun pengunjung."

 

Konteks: Kawasan Losari Rawan Premanisme

 

Kawasan Pantai Losari sebagai wajah Kota Makassar kerap menjadi sorotan terkait berbagai gangguan keamanan. Sebelumnya, telah terjadi sejumlah kasus pengeroyokan dan kekerasan yang melibatkan kelompok geng motor maupun preman di kawasan tersebut. Praktik pemalakan terhadap pedagang, penyelenggara acara, maupun juru parkir kerap menjadi keluhan yang belum sepenuhnya tertangani .

 

Harapan Aparat Tegas Bertindak

 

Pernyataan Herman ini disampaikan sebagai bentuk keprihatinan mendalam atas kondisi keamanan yang dinilai semakin memburuk. Ia berharap pihak Polrestabes Makassar maupun Polda Sulsel segera menindaklanjuti laporan-laporan masyarakat terkait dugaan sindikat pemalakan di kawasan Losari, sehingga tidak perlu ada korban jiwa baru agar aparat bergerak.

 

"Saya siap mati demi keadilan, asalkan teman-teman warga dan pelaku usaha di Losari tidak lagi dipalak dan diganggu," pungkas Herman.

 

 

Catatan Redaksi: Pernyataan ini disampaikan berdasarkan laporan langsung dari narasumber. Pihak redaksi sedang berupaya meminta tanggapan resmi dari pihak Polrestabes Makassar terkait dugaan praktik pemalakan di kawasan Losari.

 

 Redaksi Media SI NEWS.MY.ID

 


×
Berita Terbaru Update