Seputar Indonesia.my.id -- Makassar -- Kelangkaan Bahan Bakar Minyak bersubsidi jenis Pertalite dan Gas Elpiji 3 Kg di Kota Makassar menjadi sorotan masyarakat.
Banyak warga mengeluh karena sulit mendapatkan kedua kebutuhan pokok tersebut sejak awal September 2026.
Antrean panjang terlihat di sejumlah SPBU dan pangkalan. Stok BBM jenis Pertalite dan Solar sering kosong, sementara Gas Elpiji 3 Kg juga sulit didapat. Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu.
Dampak paling berat dirasakan ibu rumah tangga. Mereka harus keluyuran dari satu pangkalan ke pangkalan lain hanya untuk mendapatkan satu tabung gas untuk memasak.
“Dari pagi keliling cari gas, di 4 tempat kosong semua. Pas ada, disuruh pakai KTP dan dibatasi 1 tabung,” ujar warga kelurahan Panaikang kecamatan Panakkukang.Rabu 9 September 2026
Kebijakan baru mewajibkan pembeli gas memperlihatkan KTP dengan alamat sesuai kelurahan masing-masing. Aturan ini hampir serentak diterapkan di seluruh pangkalan di Kota Makassar guna mencegah penimbunan.
Namun kebijakan tersebut justru menambah panjang antrean. Banyak warga tidak bisa membeli karena KTP-nya berbeda kelurahan dengan lokasi pangkalan.
Kelangkaan BBM juga dikeluhkan pengendara. Di beberapa SPBU antrean kendaraan roda dua dan roda empat mengular sejak pagi. Banyak yang pulang dengan tangan kosong karena BBM habis.
Seorang pengendara ojek online, , mengaku pendapatannya turun. Sehari bisa habis 2-3 jam cuma ngantri BBM. Kalau kosong, ya rugi waktu dan bensin,” katanya.
Kelangkaan ini diduga dipicu keterlambatan distribusi dari Pertamina dan agen resmi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pertamina Patra Niaga Regional Sulsel.
Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Perdagangan di minta berkordinasi dengan Pertamina untuk mempercepat penyaluran. Masyarakat diimbau membeli sesuai kebutuhan dan tidak menimbun agar distribusi lebih merata.
Redaksi Media SI NEWS.MY.ID

