#MEDIA NASIONAL LINTAS MATA NUSANTARA GROUP KRITIK PEMERINTAH: HARUS AMBIL LANGKAH TEGAS SEKARANG.
Seputarindonesia.my.id : MAKASSAR — Fenomena antrean panjang kendaraan di hampir seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Makassar semakin memburuk dan memicu kemacetan parah di ruas-ruas jalan utama. Kondisi ini telah berlangsung sekitar tiga bulan dan hingga Selasa, 8 September 2026, belum ada solusi nyata. Media Nasional Lintas Mata Nusantara Group secara tegas mengkritik kelambanan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan maupun Pemerintah Kota Makassar dalam menangani persoalan yang sangat meresahkan masyarakat ini.
Kondisi di Lapangan: Antrean Mengular Ratusan Meter, Jalanan Tersendat
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan — terutama truk, bus, dan kendaraan pribadi — mengular hingga ratusan meter dan memakan badan jalan utama di berbagai titik kritis:
- Jalan AP Pettarani & Pengayoman: Antrean memakan satu lajur jalan, mengular hingga 500 meter, memicu kemacetan panjang dari depan Vasaka Hotel hingga ke arah Jalan Pettarani
- Jalan Perintis Kemerdekaan: Antrean truk mengular dari SPBU depan Polda Sulsel hingga masuk Kabupaten Maros; beberapa SPBU bahkan tutup karena kehabisan stok
- Jalan Bawakaraeng, Urip Sumoharjo, Tamalanrea, Bontoala, Tanjung Bunga: Antrean panjang terjadi sejak dini hari, warga mengaku antre berjam-jam namun sering kali kehabisan giliran
- SPBU di samping Kodam XIV Hasanuddin & Jalan Pajaiyang: Tutup total karena kehabisan Pertalite dan Pertamax
Kemacetan yang ditimbulkan tidak hanya mengganggu pengendara yang sedang mengisi BBM, tetapi juga seluruh pengguna jalan yang tidak ada hubungannya dengan pengisian bahan bakar. Aktivitas ekonomi dan mobilitas warga Kota Makassar terganggu secara signifikan setiap harinya.
Pernyataan Resmi Media Nasional Lintas Mata Nusantara Group
Direktur Media Nasional Lintas Mata Nusantara Group menyampaikan pernyataan tegas terkait situasi ini:
"Kami dari Media Nasional Lintas Mata Nusantara Group menyampaikan kritik keras dan mendesak kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan maupun Pemerintah Kota Makassar untuk segera mengambil langkah tegas dan konkret dalam menangani kelangkaan BBM yang menyebabkan antrean panjang di setiap SPBU di Kota Makassar.
Fenomena ini sudah berlangsung hampir tiga bulan, namun hingga saat ini belum ada penyelesaian yang memuaskan. Setiap hari jalanan di Makassar macet parah akibat antrean kendaraan yang memakan badan jalan utama. Warga harus antre berjam-jam hanya untuk mendapatkan hak dasarnya — bahan bakar kendaraan. Ini bukan hal sepele, ini sudah mengganggu hajat hidup orang banyak, menghambat perekonomian kota, dan meresahkan seluruh lapisan masyarakat.
Kami pertanyakan: Di mana peran Dinas Perhubungan, Dinas ESDM, Satlantas, serta pimpinan pemerintahan baik di tingkat Provinsi maupun Kota? Mengapa dibiarkan berlarut-larut berbulan-bulan tanpa penanganan serius? Jangan sampai masyarakat menilai pemerintah lambat atau bahkan abai terhadap persoalan krusial ini.
Kami menuntut:
✅ Pertama: Gubernur Sulawesi Selatan dan Walikota Makassar segera turun langsung memimpin rapat koordinasi lintas instansi untuk mencari solusi permanen atas kelangkaan dan antrean BBM ini.
✅ Kedua: Bentuk tim penanganan darurat yang melibatkan Pertamina, Kepolisian, Dinas Perhubungan, Dinas ESDM, dan Satpol PP untuk mengatur antrean dan memastikan distribusi BBM berjalan lancar tanpa menimbulkan kemacetan.
✅ Ketiga: Segera usut tuntas dugaan penyimpangan distribusi, penimbunan, maupun praktik mafia BBM yang diduga menjadi akar masalahnya. Jangan hanya mengandalkan pernyataan "stok aman" sementara di lapangan masyarakat kesulitan mendapatkan BBM.
✅ Keempat: Berikan solusi jangka pendek — seperti penambahan titik pengisian sementara, pengaturan jam pengisian, atau pengalihan antrean agar tidak memakan badan jalan dan menghambat arus lalu lintas kota.
Kita tidak bisa membiarkan Kota Makassar terus lumpuh setiap hari akibat masalah yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan keseriusan dan ketegasan. Jika dalam waktu dekat belum ada perubahan nyata di lapangan, kami dan elemen masyarakat lainnya siap menyuarakan aspirasi ini lebih lanjut demi keadilan dan kenyamanan seluruh warga Makassar."
Tanggapan Pihak Terkait & Fakta di Lapangan
- Polda Sulsel: Telah menurunkan tim Ditreskrimsus untuk menyelidiki dugaan penyimpangan dan mafia distribusi BBM
- DPRD Makassar: Anggota DPRD Muchlis A. Misbah mempertanyakan penyebab antrean panjang, menegaskan kuota solar tidak berkurang — dugaan adanya kepanikan dan permainan distribusi
- Pertamina: Berkali-kali menyatakan stok BBM aman, namun warga di lapangan justru semakin sulit mendapatkan BBM
- Belum ada tanggapan resmi dari Gubernur Sulsel maupun Walikota Makassar terkait keluhan dan tuntutan masyarakat yang semakin meluas
Penutup & Seruan
Kondisi ini terus dipantau secara ketat oleh awak media dan masyarakat luas. Masyarakat berharap seruan ini didengar dan ditindaklanjuti segera. Jangan menunggu sampai situasi semakin memburuk dan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi seluruh Kota Makassar.
Tim / Rilis_**

