Notification

×

Iklan

Iklan

PASUKAN KERAJAAN KESULTANAN GOWA LAKUKAN PENGAMANAN TAMU MANCANEGARA: Perwakilan Kesultanan Malaysia, Singapura, dan Brunei Diterima Secara Adat di Makassar

Kamis, 27 Agustus 2026 | Agustus 27, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-28T07:47:59Z


Seputar
Indonesia.my.id GOWA, MAKASSAR — Kekuatan adat dan sejarah Kesultanan Gowa kembali tampil gagah ketika Pasukan Kerajaan Kesultanan Gowa melakukan pengamanan kehormatan terhadap rombongan tamu mancanegara yang terdiri dari perwakilan Kesultanan dan Kerajaan Malaysia, Singapura, serta Brunei Darussalam. 


Kegiatan ini berlangsung di Kompleks Istana Kesultanan Gowa, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, dalam suasana penuh khidmat dan kental dengan nuansa diplomasi budaya Nusantara.

 

Pasukan Kerajaan Kesultanan Gowa Siaga Penuh Kehormatan

 

Sesampainya rombongan tamu negara di wilayah Gowa, Pasukan Kerajaan Kesultanan Gowa telah bersiap di sepanjang jalur kedatangan. Para prajurit kerajaan mengenakan pakaian adat lengkap dengan atribut pusaka Kerajaan Gowa, berdiri tegak sebagai lambang kedaulatan dan kesiapan menjamu tamu sekaligus menjaga kehormatan istana.

 

Pasukan Kerajaan Kesultanan Gowa merupakan kelanjutan dari tradisi militer Kerajaan Gowa-Tallo yang sejak zaman Sultan Hasanuddin dikenal sebagai kekuatan maritim terkuat di kawasan Indonesia Timur . Dahulu, armada perang dan pasukan darat Gowa bukan hanya mempertahankan kedaulatan, tetapi juga menjamin keamanan jalur perdagangan internasional di Bandar Somba Opu — pelabuhan bebas yang menjadi pusat pertemuan pedagang dari berbagai bangsa.

 

Kini, keberadaan pasukan tersebut tidak lagi untuk perang, melainkan sebagai Pasukan Kehormatan dan Pengamanan Adat yang menyambut tamu-tamu negara serta bangsawan kerajaan-kerajaan sahabat dengan protokoler adat yang telah berjalan ratusan tahun.

 


Perwakilan Tiga Negara Sahabat Diterima dengan Penghormatan Tertinggi

 

Rombongan yang hadir terdiri dari perwakilan resmi:

 

- Kesultanan-Kesultanan Malaysia — mewakili jalinan persaudaraan Melayu-Makassar yang telah terjalin sejak berabad silam, tercatat dalam sejarah hubungan diplomatik antara Kerajaan Gowa dengan Kesultanan Johor, Melaka, dan Patani

- Perwakilan Singapura — menandai keberlanjutan hubungan perdagangan dan persahabatan yang sejak masa lampau menghubungkan Bandar Somba Opu dengan pelabuhan-pelabuhan di Semenanjung Malaya

- Kesultanan Brunei Darussalam — merefleksikan ikatan kekerabatan dan kesamaan sejarah maritim antara dua kesultanan besar di Nusantara 

 

Kedatangan ketiga perwakilan ini disambut langsung oleh pemangku adat Kesultanan Gowa dengan upacara penyambutan adat yang lengkap, lengkap dengan prosesi penyerahan cindera mata dan pembacaan doa bersama.

 


Menegaskan Kembali Ikatan Persaudaraan Nusantara

 

Dalam sambutannya, pemangku Kesultanan Gowa menyampaikan bahwa pertemuan ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan pengukuhan kembali persaudaraan yang tidak pernah putus antara Kesultanan Gowa dengan kerajaan-kerajaan sahabat di kawasan Melayu.

 

"Sejak zaman dahulu, leluhur kita saling berlayar, saling berdagang, saling bersaudara. Tidak ada batas yang memisahkan kita selain gelombang laut yang menghubungkan satu sama lain. Hari ini, kita hadir untuk menyegarkan kembali janji leluhur: bahwa kita adalah satu keluarga di bawah naungan adat dan agama," ujar pemangku Kesultanan Gowa.

 

Sementara itu, perwakilan dari Brunei Darussalam menyampaikan kekaguman terhadap kelestarian adat dan budaya yang masih terjaga di Gowa, sekaligus berharap kunjungan ini dapat memperkuat kerja sama di bidang budaya, pariwisata, dan perdagangan tradisional antarnegara.

 


Makna dan Tujuan Kunjungan

 

Kegiatan ini memiliki makna yang sangat dalam, mengingat Kesultanan Gowa pada masa kejayaannya merupakan salah satu pusat perdagangan dan diplomasi terpenting di Asia Tenggara. Hubungan diplomatik dan perdagangan dengan negeri-negeri Melayu, Brunei, hingga Malaka telah terjalin sejak berabad-abad lalu.

 

Dengan adanya kunjungan dan pengamanan adat ini, diharapkan dapat:

 

1. Mempererat ikatan kekerabatan antar-kerajaan sahabat di kawasan Nusantara

2. Melestarikan budaya dan diplomasi adat sebagai warisan leluhur yang tak ternilai

3. Membuka peluang kerja sama di bidang pariwisata budaya, pendidikan, dan perdagangan antarnegara

4. Menunjukkan keberadaan dan peran kerajaan-kerajaan adat di Indonesia dalam diplomasi budaya tingkat internasional

 

Harapan dan Komitmen Bersama

 

Di akhir kunjungan, seluruh perwakilan menyatakan komitmen untuk terus menjaga hubungan baik dan saling berkunjung di masa mendatang. Pasukan Kerajaan Kesultanan Gowa tetap berjaga hingga rombongan tamu mancanegara meninggalkan lingkungan istana dengan selamat — sebuah simbol bahwa semangat Sultan Hasanuddin untuk menjadi pelindung dan tuan rumah yang baik bagi seluruh sahabat dari manapun tetap hidup hingga hari ini .

 

 Redaksi Media SI NEWS.MY.ID

 


×
Berita Terbaru Update