Notification

×

Iklan

Iklan

Miris, di Tengah Ekonomi Sulit, Orangtua Siswa Mengaku Rogoh Kocek Rp1.750.000 untuk Seragam di SMKN 10 Makassar

Selasa, 07 Juli 2026 | Juli 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-07T12:04:02Z


Seputarindonesia.my.id : MAKASSAR – Di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, sejumlah orangtua calon siswa mengaku harus menyiapkan biaya sekitar Rp1.750.000 untuk pengadaan seragam sekolah di SMKN 10 Makassar.


Salah seorang orangtua calon siswa mengaku keberatan dengan biaya paket seragam yang mencapai Rp1.750.000. Menurutnya, nominal tersebut cukup membebani di tengah kondisi ekonomi yang masih sulit dan masih banyak kebutuhan lain yang harus dipenuhi menjelang tahun ajaran baru.


"Kami berharap ada kebijakan yang bisa meringankan beban orangtua. Nominal Rp1.750.000 untuk seragam cukup memberatkan," kata seorang orangtua siswa yang menghubungi wartawan melalui telepon WhatsApp, Selasa (07/07/2026).


Sementara itu pihak sekolah saat dikonfirmasi, Andi selaku Bidang Kurikulum dan Sarana Prasarana SMKN 10 Makassar membenarkan nominal tersebut.


"Kisaran biayanya memang sekitar Rp1.750.000. Itu sudah mencakup seluruh paket seragam yang dibutuhkan siswa," ujarnya mewakili Kepala Sekolah.


Ia menjelaskan, paket tersebut terdiri dari beberapa jenis seragam, di antaranya seragam putih abu-abu, batik, pakaian praktik, serta perlengkapan lain seperti topi, dasi, dan atribut sekolah.


"Paketnya sudah termasuk beberapa stel pakaian beserta atributnya," katanya.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, biaya paket seragam di SMKN 10 Makassar pada tahun ajaran sebelumnya berada di kisaran Rp1.500.000.


Sementara pada tahun ajaran 2026/2027, nominal yang disampaikan kepada orangtua siswa menjadi sekitar Rp1.750.000 atau mengalami kenaikan sebesar Rp250.000.


"Tahun lalu biaya paket seragam sekitar Rp1.500.000, sedangkan tahun ini menjadi Rp1.750.000. Paket tersebut sudah mencakup seluruh kebutuhan seragam siswa," ujar Andi


Namun demikian, Andi menegaskan bahwa pengelolaan pengadaan seragam bukan ditangani langsung oleh pihak sekolah.


"Yang menangani itu bukan sekolah. Pengadaan seragam diurus oleh koperasi sekolah," jelasnya.


Menurutnya, tidak semua orangtua memiliki pandangan yang sama terkait besaran biaya tersebut.


"Ada yang mengatakan masih murah, ada juga yang menilai agak mahal. Tetapi ada juga orangtua yang tetap membayar," ungkapnya.


Andi menjelaskan, secara keseluruhan SMKN 10 Makassar memiliki 42 rombongan belajar (rombel) yang terdiri atas seluruh jenjang kelas. Sementara itu, pada tahun ajaran 2026/2027 sekolah menargetkan menerima sebanyak 504 peserta didik baru, meski hingga kini kuota tersebut disebut belum sepenuhnya terpenuhi.


Ia juga mengakui sekolah masih menunggu petunjuk teknis terbaru dari pemerintah mengenai penyelenggaraan MPLS, termasuk yang berkaitan dengan penggunaan seragam sekolah.


"Kami tidak berani mengambil kebijakan sendiri sebelum ada petunjuk teknis terbaru dari kementerian," tutupnya. 


(Tim)

×
Berita Terbaru Update