Notification

×

Iklan

Iklan

SURAT TERBUKA WARGA TEGUR GUBERNUR SULSEL & WALIKOTA MAKASSAR: DI MANA TANGGUNG JAWAB ATAS KRISIS BBM YANG MELUMPUHKAN KOTA?

Kamis, 10 September 2026 | September 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-11T02:59:19Z


Seputar
Indonesia.my.id -- MAKASSAR, 11 September 2026 — Sebuah surat terbuka berisi kritik tajam dan kekecewaan mendalam beredar luas di kalangan masyarakat Kota Makassar dan seluruh Sulawesi Selatan. Surat yang ditujukan langsung kepada Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dan Walikota Makassar Munafri "Appi" Arifuddin ini mempertanyakan ketiadaan langkah konkret dan pernyataan resmi dari kedua pemimpin daerah di tengah krisis kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang semakin memburuk dan mencapai puncaknya pada September 2026.

 

 

Realita di Lapangan: Antrean Berjam-jam, Roda Ekonomi Tersendat

 

Dalam surat tersebut, warga menggambarkan kondisi nyata yang dirasakan sehari-hari:

 

"Di seluruh Stasiun Pengisian BBM antrean luar biasa panjang — kendaraan roda dua, tiga, maupun empat. Untuk sepeda motor minimal harus menunggu 1–2 jam. Kendaraan pribadi mencari Pertalite maupun Pertamax antre 3–4 jam. Sementara pengguna solar sungguh kasihan, bisa mengantre di atas 6 jam hanya untuk mendapatkan jatah bahan bakar."

 

Kondisi ini tidak hanya menyita waktu warga, tetapi melumpuhkan aktivitas ekonomi, angkutan umum, distribusi barang, hingga mobilitas warga berpenghasilan harian yang bergantung pada kendaraan.

 

 

Pertanyaan Keras Warga Kepada Kedua Pemimpin Daerah

 

Warga mempertanyakan peran dan kehadiran kepemimpinan yang dirasakan hilang:

 

"Sementara Anda berdua sebagai perwakilan Pemerintah Pusat di Provinsi dan Kota — buat apa sebenarnya? Apakah karena Bapak Gubernur dan Walikota tidak pernah merasakan sendiri antrean panjang mencari BBM? Mungkin ada staf yang mengurus, atau Bapak berdua mendapat akses langsung sehingga tidak pernah merasakan penderitaan rakyat?"

 

Lebih lanjut ditegaskan:

 

"Pernyataan maupun langkah konkret dari Bapak berdua pun tidak pernah terdengar. Di mana rencana, di mana koordinasi, di mana solusi untuk mengatasi krisis ini? Inikah pilihan rakyat? Inikah kepemimpinan yang kami harapkan?"

 

 

Seruan Disampaikan ke Pemerintah Pusat & Pertamina

 

Warga meminta Gubernur dan Walikota menyampaikan kegelisahan ini secara langsung kepada pimpinan tertinggi negara:

 

"Sampaikanlah hal ini kepada Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, terutama kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia serta manajemen Pertamina yang mengelola distribusi BBM. Jika BBM tersendat, roda ekonomi pun akan lumpuh. Jangan biarkan ini berlarut-larut!"

 

 

Teguran Terakhir: Tunjukkan Tanggung Jawab atau Akui Keterbatasan

 

Penutup surat berisi pernyataan yang tegas namun jujur:

 

"Tunjukkan tanggung jawab Anda, Gubernur Sulsel dan Walikota Makassar. Jika memang belum mampu mengatasi, lebih terhormat jika disampaikan secara jujur kepada masyarakat bahwa belum dapat menyelesaikan, daripada rakyat menanggung beban sendirian tanpa kehadiran pemimpin."

 

 

Tanggapan Masyarakat & Hingga Kini Belum Ada Tanggapan Resmi

 

Hingga berita ini diturunkan:

 

- Belum ada tanggapan langsung dari Gubernur Sulawesi Selatan maupun Walikota Makassar terkait surat terbuka ini

- Belum ada langkah konkret berupa pengaturan antrean, penambahan pasokan, atau penindakan tegas terhadap dugaan mafia/distribusi yang tidak merata

- Masyarakat terus memantau dan berharap pernyataan serta tindakan nyata segera diambil dalam waktu dekat

- Seruan ini semakin menyebar luas di berbagai lapisan masyarakat dan media sosial

 

"Kami tidak menuntut hal yang mustahil — hanya BBM yang tersedia, adil, dan diatur dengan baik agar tidak ada warga yang harus mengantre berjam-jam demi kebutuhan dasarnya."

 

 Redaksi media SI NEWS.MY.ID

 


×
Berita Terbaru Update