Notification

×

Iklan

Iklan

Praktik Mafia BBM Di SPBU 74-92645 (Lita) Sinjai Semakin Menjadi-jadi, Tugas Pegawai Diambil Alih.

Minggu, 22 Maret 2026 | Maret 22, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-22T11:40:28Z



Seputar Indonesia.my.id -- Sinjai - SPBU 74-92645 (Lita), Jl. Petta Punggawae Kelurahan Balangnipa Kecamatan Sinjai Utara menjadi sorotan publik bukan karena tidak melayani pelanggan tapi justru membiarkan Pelanggang Mengisi Sendiri Jerigen dalam Jumlah banyak.


Berdasarkan pantauan langsung awak media di lokasi Sabtu Sore 21 Maret 2026, Terlihat Para pengendara yang mengangkut jerigen dalam jumlah banyak secara bebas bergantian mengisi BBM bersubsidi ke dalam jerigen.


 Aktivitas tersebut berlangsung secara terbuka dan berulang, tanpa terlihat adanya upaya pencegahan maupun penertiban dari pihak SPBU.


Salah satu petugas SPBU yang di Konfirmasi  awak media terkait keberadaan maneger dan pengisian tersebut mengatakan capek jadi pelanggan dibiarkan isi sendiri.


" Maneger sedang ke Sinjai Barat Pak karna hari ini hari lebaran, Saya capek jadi mereka isi sendiri" Katanya.


Sementara Kapolsek Sinjai Utara Menggapi Kejadian tersebut  Yang dimana Menjadi Pembahasan Salah satu Group WhatsApp yang dimana Keberadaan Pertamina 74-92645 (Lita) hanya beberapa meter Dari Kantornya Mengatakan, Tidur Karna sudah Makan Buras.


"Maaf tidur di Ruangan dinda. Kebanyakan makan buras." Dengan Emoji Tangan Terlipat.


Lanjut Kapolsek, "Terkait sering terjadinya antrian di pertamina, pernah saya pertanyakan kepada pengelola dikarenakan adanya pengurangan stok BBM dari pertamina. Yg biasa jatah dari pertamina 21 ton /hari menjadi 16 ton".


"Dan terkait pengisian jerigen, saya juga pernah bertanya kpd dinas yg terkait bahwa dalam pengisian bbm dgn menggunakan jerigen ada persyaratan administrasi rekomendasi yg harus dibawa. Saya juga baru tahu juga bahwa sebenarnya penjual bbm eceran  di desa2 itu tdk ada ijin. Sempat juga kami berpikir bgmn masyarakat di pedesaan yg jauh dari kota yg hanya ingin mengisi bensin 1 ltr saja harus isi di pertamina?" Bebernya.


"Dilema juga antara keperluan masyarakat di pedesaan dan aturan syarat pembelian bbm di pertamina." Kembali dengan Emoji Tangan terlipat 🙏


Sementara terkait pelanggang isi sendiri di pertamina Kapolsek Kaget.


"Waduhhh"  Tutupnya..


Hal ini pun ditanggapi salah seorang Petani Di Bulupoddo saat ditemui Media ini yang minta identitas nya dirahasiakan, Menurutnya Petani tdak pernah se Spesial Ini bawa mobil langsung isi Puluhan Jerigen.


"Saya kalau ke Pertamina isi Jerigen untuk keperluan pertanian/traktor bawa jerigen 1 pun itu kadang masih dipersulit,Sampai saya punya jerigen di kasih pindah-pindah". Katanya dengan nada kesal.


Fenomena ini memperlihatkan potret buram distribusi BBM subsidi di daerah, ketika aturan hanya tajam ke bawah namun tumpul ke atas. Di satu sisi, masyarakat kecil terjepit oleh prosedur, sementara di sisi lain praktik pengisian massal justru berjalan tanpa kendali.


Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya merugikan negara, tetapi juga mengkhianati prinsip keadilan distribusi energi bagi rakyat. 


Aparat dan pihak terkait dituntut segera turun tangan, bukan sekadar memberi respons normatif, tetapi melakukan tindakan konkret untuk menghentikan praktik yang berpotensi melanggar hukum tersebut.


Redaksi Tim Red

×
Berita Terbaru Update