Seputar Indonesia.my.id -- MAKASSAR – Kompleks Makam Raja-raja Tallo, situs cagar budaya peninggalan Kesultanan Tallo di Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, menjadi saksi pelaksanaan kegiatan sosial besar yang digagas oleh Gerakan Donor Darah Nasional Bersama TOMBAK Utara pada hari Minggu (19/7/2026).
Kegiatan ini memadukan aksi penyumbangan darah nasional sekaligus pembagian paket sembako bagi warga kurang mampu di wilayah sekitar.
Latar Belakang dan Tujuan Kegiatan
Kegiatan ini merupakan rangkaian program nasional TOMBAK Utara di wilayah Sulawesi Selatan, dilaksanakan melalui kolaborasi resmi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Makassar, Dinas Sosial Kota Makassar, Pemerintah Kecamatan Tallo, Keluarga Besar Kerajaan Tallo, serta Paguyuban Warga Lintas Kampung Tallo.
Ketua DPP TOMBAK Utara Sulawesi Selatan, Bang Reza ( ERWIN LATIEF) menjelaskan pemilihan lokasi dan tujuan utama kegiatan. "Gerakan Donor Darah Nasional ini kami gelar untuk merespons defisit stok darah yang masih sering terjadi di pelayanan kesehatan Kota Makassar dan sekitarnya, sekaligus meringankan beban kebutuhan pokok warga di tengah fluktuasi harga kebutuhan sehari-hari. Kami memilih Kompleks Makam Raja-raja Tallo karena tempat ini adalah simbol persatuan, persaudaraan, dan warisan luhur kesetiakawanan leluhur Kesultanan Tallo, yang sangat selaras dengan semangat berbagi dan kemanusiaan yang kami usung," ujarnya saat memberikan keterangan pers.
Ia menambahkan, seluruh pelaksanaan telah mendapatkan izin resmi dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Sulawesi Selatan dan Dinas Kebudayaan Kota Makassar, dengan komitmen ketat tidak merusak struktur situs bersejarah, tidak mengubah tata letak area makam, serta membersihkan lokasi kembali seperti semula setelah kegiatan selesai.
Mekanisme dan Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 13.30 WITA di halaman depan kompleks makam. Tim PMI Kota Makassar menyiapkan 4 titik pelayanan donor darah lengkap dengan tenaga kesehatan profesional, pemeriksaan tekanan darah, kadar hemoglobin, serta pengecekan kelayakan kesehatan peserta. Sementara tim TOMBAK Utara bersama relawan warga mengatur alur pendaftaran penerima bantuan dan penyerahan paket sembako.
Target awal kegiatan ditetapkan sebanyak 60 kantong darah dan 200 paket sembako. Penerima bantuan dipilih berdasarkan data terpadu Dinas Sosial, kelurahan, dan verifikasi lapangan relawan, yang meliputi lansia, penyandang disabilitas, keluarga tidak mampu, serta pekerja harian lepas yang tinggal di Kelurahan Tallo dan wilayah sekitarnya. Setiap paket sembako berisi beras 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, gula pasir 1 kilogram, telur, mi instan, serta perlengkapan kebersihan dasar.
Capaian dan Tanggapan Pihak Terkait
Sampai batas akhir kegiatan, tercatat sebanyak 54 warga dari berbagai kalangan usia berhasil memenuhi syarat dan menyumbangkan darahnya. Seluruh kantong darah tersebut nantinya akan disalurkan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Wahidin Sudirohusodo, Rumah Sakit Haji Makassar, dan Rumah Sakit Tanjung Puri, yang saat ini membutuhkan tambahan stok golongan O, A, dan B.
Sementara itu, keseluruhan 200 paket sembako telah diserahkan secara langsung kepada penerima manfaat tanpa pungutan biaya apapun, serta diawasi oleh perwakilan kecamatan, kelurahan, dan saksi warga untuk menjaga ketepatan sasaran dan transparansi.
Perwakilan PMI Kota Makassar, Sri Wahyuni, mengapresiasi inisiatif TOMBAK Utara. "Stok darah di Kota Makassar bulan ini turun hingga 25 persen dibandingkan kondisi normal, salah satunya akibat libur sekolah yang mengurangi jumlah pendonor rutin. Kolaborasi gerakan masyarakat seperti ini sangat berharga untuk menjaga ketersediaan pelayanan darurat bagi pasien yang membutuhkan," jelasnya.
Perwakilan Keluarga Besar Kerajaan Tallo, Andi Muhammad Fadillah, menyambut baik pelaksanaan kegiatan di lokasi bersejarah ini. "Kami berterima kasih kepada TOMBAK Utara dan seluruh pihak yang telah memilih tempat ini sebagai wadah berbagi. Semangat saling membantu dan peduli sesama adalah nilai warisan leluhur yang terus kami jaga, dan semoga kegiatan ini menjadi contoh bagi generasi muda," ucapnya.
Salah satu penerima bantuan, Ruslan (56 tahun), pekerja angkut di Pasar Tallo yang tinggal bersama istri dan dua anaknya, mengaku sangat terbantu. "Penghasilan saya belakangan ini tidak menentu, kadang tidak cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari. Bantuan ini sangat meringankan beban keluarga saya," katanya dengan haru.
Rencana Ke Depan
Pihak TOMBAK Utara menyampaikan bahwa kegiatan serupa akan dilanjutkan ke wilayah lain di Sulawesi Selatan, antara lain Kabupaten Gowa, Maros, dan Takalar dalam beberapa bulan ke depan. "Kami berharap gerakan ini tidak hanya berhenti pada satu kali kegiatan, tapi menjadi budaya bersama untuk saling menguatkan dan membantu sesama di seluruh pelosok daerah," tutup REZA.
Redaksi By Andi Harun



